Apabila ada seseorang yang
mempunyai sebilah keris, setiap waktu tertentu ia membuatkan sesaji dan
membakarkan kemenyan seraya memohon, “wahai
kerisku, berikanlah kepadaku rejeki yang melimpah, sandang pangan yang cukup,
keberhasilan setiap keinginanku!” Perbuatan tersebut tidak dibenarkan dan
sangan disayangkan, karena sebagai makhluk Allah SWT. hendaknya memohon segala
sesuatu hanya kepada-Nya. Betapa lemahnya orang itu, karena telah meminta
kepada benda mati. Apalagi ada seseorang memiliki sebilah keris dengan tujuan
agar setiap hajatnya tercapai, percaya bahwa keris tersebut dapat mendatangkan
manfaat dan celaka untuknya. Pemikiran seperti ini hendaknya kita buang
jauh-jauh dari pikiran kita sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa.
Hal seperti inilah yang
merusak pemahaman masyarakat awam, bahwa apabila kita membicarakan masalah
keris pasti yang muncul dibenak kita adalah klenik, mistis, takhayul, dll. Padahal
dalam sebilah keris tersebut apabila kita amati secara mendalam, terdapat pancaran
keindahan sebuah karya manusia yang tidak dapat ditemukan pada benda seni
lainnya. Keris sebagai karya seorang empu
(pembuat keris) merupakan seni tempa, seni ukir dan seni hias sebilah campuran
besi pilihan. Apa kiranya yang dinamakan teknologi, mungkin tidak hanya dijaman
modern ini timbul. Tetapi pada jaman kuno telah mengenal teknologi yang bahkan
saat ini sulit untuk ditiru, dalam hal ini mengenai pembuatan sebilah keris.
Nenek moyang kita memiliki cita rasa dalam membuat sebilah pusaka, dedikasinya
tidak diragukan lagi, menggarap dengan sepenuh hati, sehingga banyak
keris-keris yang lahir dari tangan seorang empu yang keindahannya tidak
tertandingi. Ada anggapan bahwa buah karya tersebut merupakan gambaran pikiran
dari si pembuat itu, ilham tersebut dituangkan lewat ukiran sebilah besi. Maka
keris itu merupakan benda multi dimensi, dalam pembuatannya memiliki dua nilai
berbeda. Pertama merupakan wujud harapan atau angan-angan yang ditujukan kepada
Tuhan yaitu secara batin, dan kedua merupakan benda yang dapat dinikmati
keindahannya ialah secara lahir.
0 komentar:
Posting Komentar